Jumat, 30 Maret 2012

BBM oh BBM..

31 Maret 2012

pukul 01.30

Dan saya masih belum bisa tidur sama sekali sampai sekarang menulis postingan ini. Dini hari di akhir bulan yang diawali dengan berita kericuhan rapat sidang paripurna DPR. Status-status mulai dari bbm, twitter, fesbuk, friendster, telpon rumah semua mengkritik tentang kondisi sidang barusan. Eh ternyata ada status ababil yang mendukung para anggota parlemen yang lagi berantem.
"geluuuut!! keluarkan rasengaaan!!! chidoriii..keluarkan genjutsuu!!!*tiiiiiit....* "
Oh itu ternyata status saya sendiri ding.

Bagaimana tidak, sidang yang seharusnya berjalan tertib (awalnya) berujung ricuh saat melakukan voting apakah setuju BBM harus naik atau tidak sampai ada penundaan keputusan yang akhirnya keputusan DPR menyatakan bahwa "BBM Tidak Naik Sampai 6 Bulan ke Depan". Yang saya lihat disini keadaan rapat sidang yang seperti itu amat sangat memalukan sekali. It's very very embarrassing. Secara mereka semua anggota DPR yang hadir dalam rapat itu merupakan anggota dewan kehormatan. Masak iya anggota dewan yang terhormat berlaku seperti demikian. Padahal mereka memiliki titel kesarjanaan, doktor, profesor, atau bahkan almarhum #eh. Gelar mereka seharusnya dapat membuktikan bahwa mereka adalah orang yang berpendidikan. Tapi nyatanya mereka malah membuktikan dengan kelakuan mereka yang "kurang pendidikan". Apakah mereka tidak menyadari bahwa kelakuan mereka dilihat oleh seluruh penduduk di penjuru dunia maupun akhirat?
Para peserta rapat tidak ada yang mau duduk. Saya kira mereka punya masalah pada duduk entah wasir atau ambeien atau bahkan bisul. Yang saya tau,kursi mereka pasti sangat nyaman untuk diduduki daripada kursi di kampus saya, yang keras, berlubang, banyak coretan tipex bertuliskan japlakan-japlakan dan banyak paku yang memakan korban celana-celana jeans saya.
Para peserta saling balapan interupsi. Rekor! Interupsi terbanyak sepanjang sejarah. 10 interupsi per detik.
Ironis.
Tapi masih mending Indonesia, daripada di negara India lebih parah. Rapat aja bisa-bisanya kursi-kursi pada berterbangan. Para anggota parlemen yang berangkatnya udah pada klimis-klimis pulang muka pada tembem semua. Entah rapat atau ada latian judo disana. Pada babak belur semua. Politik yang mengerikan.
Belum sampai disini saja, masih ada lagi ulah dari para demonstran yang kebanyakan dari kalangan mahasiswa seperti saya. Sebenernya saya bingung? untuk apa sebenernya ada demo-demo begituan. Aslinya saya gak suka yang begituan apalagi yang sampai menimbulkan anarkisme dan vandalisme. Ban-ban kendaraan yang tak bersalah dibakar. Warung-warung dan rumah makan dijarah. Lingkungan pasca demo menjadi rusak tak beraturan. Ini demo apa tawuran antarsuporter? Apa untungnya seperti itu? Tragedi Mei 1998 belum cukupkah? Tragedi Trisakti? Tragedi Mesuji?Ambon?Bima? Belum cukupkah semua itu? Bagaimana Indonesia mau maju kalau warganya aja seperti itu? Seharusnya ada keselarasan antara pemerintah dengan rakyatnya supaya terbentuk pemerintahan yang diimpikan seperti yang tertera dalam Pembukaan UUD 45.
Ini nih yang bikin saya makin ngebet pengen ke Jepang. Bosen lama-lama melihat kondisi negara saya yang makin bobrok ini.
Oh C'Mon mahasiswa..sebagai generasi penerus bangsa jangan lah kita mengulangi kesalahan yang telah dilakukan penerus kita sebelumnya. Cuma bisa berharap adanya keajaiban untuk negara ini bangkit dari jaman kesuraman. Mungkin saya yang akan merubah keadaan. Amin #ngarep.

Ah sudah pagi, markibo :D

2 komentar:

  1. hahaha rasah mkir p0litik ra nyandak sing mkir. . .
    Isine pukil2an wkwkwkwkwk. . .

    BalasHapus
  2. wkwkwk cah hukum ra adoh2 ko polikitik og mas
    jane yo wegah mas mikir ngono,pilih mikir pitikku wes tak pakani po rung hahahaha

    BalasHapus