Senin, 26 Maret 2012

mak saya cukup humoris

26 Maret 2012

Pagi yang cerah untuk beraktivitas. Gadis manis nan rupawan ini pun bersemangat untuk menunaikan kewajibannya sebagai mahasiswi yang teladan : Main engklek. Oo salah, maksud saya kuliah. Si gadis manis nan rupawan ini pun berangkat dengan kawannya menuju kampus tercinta setelah sebelumnya terjadi insiden kecil di rumah saat bersiap-siap berangkat kuliah, mata keculek. Sesampainya dikampus tercinta, si gadis manis nan rupawan melangkah dengan angkernya anggunnya memasuki ruangan kuliah hukum acara pidana untuk menimba ilmu. Ternyata ada pengumuman remidi sodara-sodara. Mengejutkan, si gadis manis nan rupawan ini mendapatkan nilai (yang katanya) perfect untuk mata kuliah tersebut, 90. Dimana-mana yang namanya perfect itu 100. Mungkin skala dosen saya cuman 0-90, sedangkan 95 hanya untuk sang dosen, dan 100 hanya milik Tuhan karena sempurna hanyalah milik Tuhan. Teori dosen yang klasik *sweat*. Di saat yang bersamaan, saya hanya mendapatkan nilai 32 untuk mata kuliah hukum acara perdata. Sama-sama 3 sks padahal, kontras! Antara remidi ama enggak. Saya pun hanya bisa memendam hasrat seret-aja-calon-dosenmu-pindahkan-di-universitas-antah-berantah. Dan gadis manis nan rupawan ini masih sempet-sempetnya makan eskrim "pemati rasa lidah" dan ngemis bakso ama temen seraya berkata, "kuliah dibikin sante aja broo..sist..yang penting kuliah gak lebih dari 4 tahun". Hehe. Don't try this in your life.
Lebih baik saya pulang saja daripada emosi jiwa di kampus. Awal pekan yang tak begitu menyenangkan *kehujanan 100 meter dari rumah*.
. . . .
Gak ada yang perlu diceritain lagi, cuma tidur sore kebablasen ampe malem, bbm an,sms an, makan, nggambar, ngeblog udah gitu doang kok.
Oyaa sedikit cerita waktu belanja malem-malem di minimarket deket rumah barusan. Kejadian tersebut membuat saya yakin bahwa mak saya cukup humoris untuk menjadi pelawak. Ceritanya mak saya kebetulan ketemu mak nya temen TK saya dulu. Jangan suruh saya untuk mendeskripsikaannya! Terjadilah obrolan ibu-ibu seperti berikut : (maaf pembicaraan logat jawa masalah kewanitaan)
MS (Mak Saya) : Tuku opo ki?
MO (Mak Orang) : Iki lho tuku pembalut, sakjane aku ki wes ora M, ning sok-sok metu mung sak sendok makan tok (saat itu saya berpikir itu M apa minyak wijen?)
MS : ooo lha kok iso?
MO : Lha iki kan aku bar angkat miom ta, kista ku ki diangkat gedene sak mene ki lho sak pelem arum manis
MS : Waah yo legi nho...*muka berbunga-bunga*
MO : .... *plenthas-plenthus*
saya : *ngekek tekan omah ra mandeg-mandeg*
Jadi kepikiran buat daftarin mak saya ke srimulat barangkali keterima jadi pelawak dan anaknya menjadi sarjana hukum. Amin. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar