Lagi enak-enaknya bbm an sambil browsing internet saya dikagetkan dengan suara backsound doraemon. Saya pikir ada doraemon nyasar dirumah saya. Alih-alih berharap minta kain waktu (itu loh kalo barang yang dibungkus pake tu kain bisa jadi barang baru kek semula) buat benerin charger bebe saya yang soak, ternyata itu suara ringtone dari hape saya. Penonton kecewa! bhuuuuu.. =3=
Ternyata sms dari temen saya yang isinya
".kaka, ada peringatan keras dr Allah. Maka hukum jahiliyah manakah yg akan kalian tegakkan? .hukum qt, undang2 qt yg bkin manusia n tnyt mnyengsarakan qt."
Ga ada angin, ga ada bau, ga ada kentut, sapa yang gak kaget tau-tau
mak pedhunduk dapet sms gituan? kek mau ngajakin jihad, malem-malem pula. Seketika itu saya langsung membayangkan temen saya pake baju jihad bawa bambu tumpul di tangan kiri dan hape di tangan kanan, sorban di kepala lengkap dengan aksesori kalung tasbih, dan kemudian sms saya 'Merdeka atau Mati!!' (ngajakin jihad apa ngajakin perang diponorogo). Kalo saya jadi satpol pp udah saya angkut deh temen saya yang satu itu malem itu juga. Karena mengganggu waria-waria yang sedang mangkal disana *lho?. Dan saya pun menjawab sms temen saya dengan singkat
"kakaaak aq kaget"
Benarkah saya adalah anak hukum? Lalu temen saya pun membalas
".simple aja kaka, Misal papamu pny usaha, neg hrga jual tmbh tinggi trus tmbh rame gt kn dpt untung yg lbh bnyk. Tp knp harga minyak naek malah qt yg sengsara pdhl d natuna itu tdpt cdangan minyak trbesar d dunia. Selidik pny selidik, dlm undang2 migas itu kekayan negara bsa d kelola swasta ato asing. Pdhl kalo hukumy Allah, yg namany pemimpin itu hrus bsa mengelola 3Hal yg penting d suatu wilayah, air lembah n api dan itu d atur smua d al quran."
Sms yang terakhir '
yg namany pemimpin itu hrus bsa mengelola 3Hal yg penting d suatu wilayah, air lembah n api...' kesimpulan saya pemimpin haruslah seorang avatar botak yang ada simbol panahnya. Tapi avatarnya gak pake banteng terbang karena tidak disebutkan elemen angin disini. Dan saya pun membalas
"apa iya kakak?malah aq gatau itu kakak.. Maaf kakak tak sambi blogging"
Benarkah saya anak kuliahan? saya merasa seperti makhluk purba yang otaknya belum sempurna karena kelamaan dijaman es, mengkeret jadinya.
".coba cri hukum ttg migas kaka. Sdih dngernya kakak, qt yg pny minyak tp qt ga menikmatinya"
Yang bener aja malem-malem
gresek hukum tentang migas.
Wong nyari upaya administrasi PTUN aja bikin tebel dan item kantung mata. What the *tiiiiit*?!! apa dosa saya malem-malem diajakin ngobrol masalah hukum. Di long weekend, setelah ujian pula. Bawa-bawa masa Jahiliyah pula, itu kan masa lalu saya yang suram. Gak ding bercanda. Tapi ga ada salahnya juga sih bahas begituan. Menurut saya ini cukup menarik untuk didiskusikan.
Kita yang punya minyak tapi kita gak menikmatinya. Pernyataan itulah yang semakin memperlihatkan bahwa negara kita itu gak beda-beda jauh dengan Jaman Jahiliyah. Padahal sudah masuk abad ke 21, dimana negara kita sudah masuk ke era globalisasi, era modern tapi juga era Jahiliyah. Negara kita memang kaya akan SDA nya, tetapi bukan kita yang menikmatinya justru negara lain yang menikmatinya. Sedangkan kita? miskin di negara kita sendiri yang makmur. Tidak hanya SDA saja yang di kuasai oleh negara lain, tapi SDM juga. Buktinya orang-orang jenius seperti Pak Habibi, dan orang-orang jenius lainnya (saya lupa,kalo ingin tahu lebih jelasnya liat aja program tv "tendang Andy!") direkrut oleh negara lain. Mereka memanfaatkan kepintaran mereka yang notabene mereka itu adalah anak bangsa Indonesia. Negara lain lebih mengetahui potensi-potensi dalam negeri yang luar biasa menguntungkan ketimbang negara kita sendiri. Itulah kelemahan negara kita. Ini seperti ironi di atas makaroni.
Sms yang lainnya dari temen saya.
"hukum jahiliyah mana yg akn kalian tegakan? Pdhl jelas2 nyata hukum Allah itu bnr2 gag ada kurang n lemahny dan al quran itu tdk pernah kuno dan smua isinya d jamin gag ada yg bsa merubahnya"
Emang yaa dimana-mana sesuatu yang merupakan buatan sang Khalik itulah yang paling sempurna karena Dia-lah pencipta sekaligus penguasa jagad raya ini. Semua orang yang punya agama juga pasti tahu hal itu. Apalagi untuk masalah hukum Allah yang sudah dicantumkan ke dalam kitab suci Al-Quran. Semua hukum dari Allah ada di dalam Al-Quran dan pastinya ga ada kesalahan sedikit pun karena hukum Allah lah yang paling benar adanya. Untuk masalah hukum yang dibuat oleh manusia, permasalahan hukum itu sendiri muncul sejak adanya peradaban manusia. Sudah ada sejak jaman Adam dan Hawa saat putranya, Habil, dibunuh oleh kakaknya Qabil. Dan hal itu masih berlangsung sampai manusia berjumlah banyak seperti sekarang dan membentuk masyarakat. Dimana ada masyarakat disitu ada hukum (M.T. Cicero). Tujuan utama dibentuknya hukum sendiri adalah mencari kepastian hukum, menegakkan keadilan, melindungi ketertiban serta keamanan masyarakat. Yah namanya juga hukum yang dibuat oleh manusia, berbeda dengan hukumnya Allah (yang pasti sempurna), hukum yang dibuat manusia sebaik apapun pasti ada kelemahannya. Mau dibandingkan dengan hukum milik Allah juga bakal ga ada apa-apanya. Saya tahu itu. Saya sangat tahu. Apalagi buat saya yang tinggal di negara hukum seperti Indonesia ini.
Masih dengan kegalauan teman saya
".slh gag ka qt ikuti hukum d negara qt? Bkn cma krn d bwt manusia tp uda nampak nyata dampak negatipny wt qt, Misal jg mslh maling ayam ampe 5Th tp korup milyaran cma setaun bhkn bebas"
Oh profesor Soetjipto, sumbangkanlah kejeniusanmu pada juniormu ini.. T_T
Sebenernya gak salah sih. Saya pernah denger dari dosen saya saat memberikan kuliah bahwa Undang-Undang di Indonesia termasuk yang terbaik di dunia. Sampai-sampai banyak orang luar (negeri lah masak angkasa?) yang melakukan penelitian tentang hukum di Indonesia. Masalah maling ayam dihukum 5 tahun sedangkan koruptor hanya setahun bahkan bebas, itu tergantung dari penegak hukumnya bagaimana. Selain menegakkan hukum juga harus menegakkan keadilan demi kemaslahatan umat (halah) karena kedua hal itulah hukum itu terbentuk. Penegak hukum yang baik adalah penegak hukum yang mengatasnamakan keadilan di atas segalanya (dalam konteks hukum tentunya).
".nah brarte slama ni qt slh kaka, Allah pling tau ttg manusia n alam semesta krn Allah yg menciptakanny. Qt umat jahiliyah kaka?"
Yaaa bisa jadi kita termasuk umat jahiliyah jika dilihat dari beberapa aspek. Maka dari itu kita sebagai generasi penerus bangsa wajib merombak apa yang salah dengan negara kita. Hukum harus ditegakkan meski langit runtuh (
fiat justitia ruat caelum). Kalimat yang diucapkan oleh Lucius Calpurnius Piso Caesoninus (43 SM) merupakan kalimat yang sering dikumandangkan oleh hakim, jaksa bahkan advokat sekalipun dengan bangga mengatakan kalimat tersebut. Tapi jika melihat kenyataan yang ada sekarang kalimat itu seolah hanya '
bullshit" belaka *nggerus*. Padahal, Islam telah mengajarkan jika “Langit runtuh” merupakan pertanda kiamat datang. Pertanda bahwa hukum Allah SWT lah yang harus disanjung. Karena ketika padang Mahsyar telah dibangkitkan, tak ada satu manusia pun yang boleh memberikan hukuman. Karena itu semua hanya milik Allah semata.
Allahuakbar!
Viva Justicia! :)